Harga Burung Parkit dan Cara Perawatannya

Posted on

Satwanesia.comHarga Burung Parkit – Burung Parkit termasuk burung kecil yang masih menjadi bagian keluarga burung nuri atau parrot dalam bahasa Inggrisnya. Burung parkit juga termasuk golongan burung yang cerdas serta merupakan burung sosial, dalam artian mereka akan merasa lebih nyaman saat berada dalam kawanan besar. Harga burung parkit akan disesuaikan dengan jenisnya. Burung parkit yang liar akan memiliki bulu hijau dengan selingan hitam serta kuning. Di negara-negara Barat, burung parkit akan lebih dikenal sebagai parakeet atau budgerigar. Istilah yang lebih sering digunakan ialah budgie, kependekan budgerigar. Kata budgerigar sendiri diambil dari bahasa Aborigin betcherrygah yang artinya enak dimakan. Ini kemungkinan karena suku Aborigin mengonsumsi burung parkit.

Harga Burung Parkit
Harga Burung Parkit

Budidaya parkit biasanya akan menghasilkan burung yang memiliki warna bulu antara biru, abu-abu, putih, kuning serta kombinasi. Harga burung parkit yang bulunya kombinasi biasanya akan lebih tinggi dibanding burung parkit yang hanya memiliki satu warna bulu saja. Burung ini sendiri biasanya akan dengan sengaja menelan kerikil agar dapat membantu mereka dalam menghaluskan makanan. Burung parkit jantan, seperti halnya unggas lain, tidak memiliki organ penis. Sementara baik burung jantan maupun betinanya sama-sama memiliki satu saluran reproduksi sekaligus saluran pembuangan bernama kloaka. Cukup sulit membedakan jenis kelamin antara burung parkit jantan dan betina.

Membedakan Burung Parkit Jantan dan Betina

Untuk bisa membedakan burung parkit jantan dan betina, mengingat harga burung parkit biasanya juga akan dibedakan berdasarkan jenis kelamin, maka cara yang biasa dilakukan adalah dengan melihat warna cere. Cere ialah bagian yang ada di atas paruh, tepatnya di sekitar lubang hidung. Jika cere berwarna kebiruan, maka artinya burung itu jantan. Namun jika cere berwarna putih, cokelat muda atau krem, maka bisa dipastikan burung parkit itu berkelamin betina. Cara ini baru bisa dilakukan apabila burung parkit telah mencapai usia dewasa, yaitu pada usia empat bulan. Perbedaan warna pada cere akan semakin jelas terlihat saat usia burung sudah semakin bertambah. Cere pada parkit jantan juga umumnya lebih mengkilap, sementara pada parkit betina tampak agak kusam.

Harga Burung Parkit
Harga Burung Parkit

Cara lain yang bisa dilakukan dalam membedakan jenis kelamin burung parkit ialah memperhatikan aktivitasnya. Burung parkit jantan umumnya akan lebih aktif serta sering berkicau dibanding parkit betina. Habitat dari burung parkit aslinya adalah Australia dan sering ditemukan hidup dalam kelompok besar yang jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor dalam satu kelompok. Burung parkit terutama akan menghuni gurun serta hutan belukar terbuka. Burung parkit yang ditemukan di alam liar akan hidup berpindah-pindah atau nomaden dan pergerakannya disesuaikan pasokan makanan serta air. Sarangnya akan bisa ditemukan di atas pohon. Harga burung parkit yang ada di pasaran biasanya adalah parkit yang dibudidayakan, bukan parkit liar.

Jenis Makanan Burung Parkit

Makanan burung parkit sendiri bervariasi seperti buah-buahan, sayur-sayuran hingga biji-bijian. Makanan ini perlu diperhatikan terutama apabila kita hendak membudidayakannya sehingga harga burung parkit bisa semakin tinggi. Aneka jenis biji-bijian yang bagus dikonsumsi burung parkit ialah millet merah, millet putih serta jewawut. Sementara jenis buah yang biasa dikonsumsi adalah apel, melon, pisang dan pir. Ragam sayur-sayuran yang baik dikonsumsi burung parkit meliputi bayam, tauge, wortel, brokoli serta jagung muda. Makanan yang tidak boleh diberikan pada burung parkit di antaranya adalah alpukat dan cokelat. Keduanya sama-sama bersifat racun sehingga berpotensi membahayakan kesehatan burung parkit tersebut.

Merawat Burung Parkit

Semua jenis burung parkit termasuk dalam hewan monogami. Ini artinya, mereka hanya akan memiliki satu pasangan saja seumur hidupnya. Ketika kawin, penempelan kloaka pada parkit jantan dan betina akan menjadi awal proses pembuahan. Perkawinan ini berlangsung cepat karena hanya dalam hitungan detik saja. Satu minggu setelah proses kawin, parkit betina dapat mulai bertelur. Induk parkit akan bertelur tiap hari hingga 4 sampai 6 butir. Telur-telur ini kemudian akan dierami kira-kira selama 17 hingga 19 hari sebelum akhirnya menetas. Anak-anak burung parkit menetas tiap dua hari berturut-turut dalam keadaan buta serta tidak berbulu. Mereka takkan bisa hidup tanpa bantuan induknya.

Harga Burung Parkit
Harga Burung Parkit

Induk parkit harus secara terus menerus memberi kehangatan sampai anak-anaknya memiliki bulu. Sang induk akan memberi makan anak-anaknya dengan cara memuntahkan makanan yang sudah dicerna ke dalam mulut anaknya. Anak burung parkit sendiri akan tumbuh cepat. Di usia 10 hari, mata anak burung parkit mulai terbuka dan beberapa hari sesudahnya, bulu-bulu di tubuhnya sudah mulai muncul. Satu bulan berselang, bulu di tubuh anak burung parkit sudah nyaris sempurna. Anak-anak burung ini sudah bisa makan dengan sendirinya tanpa bantuan induk serta siap meninggalkan sarang di usia 42 hari. Harga parkit jambul akan turut didasarkan pada usia burung, apakah masih anakan atau sudah dewasa.

Di usia empat bulan, burung parkit akan mulai merontokkan bulu-bulu mereka. Setelah proses perontokkan bulu ini, parkit muda sudah berubah menjadi parkit dewasa. Parkit dewasa yang betina akan mulai bertelur saat usianya memasuki lima bulan. Kemudian di usia 6 bulan, akan mulai muncul lingkaran putih pada sekitar bola mata mereka yang dinamakan cincin iris. Cincin ini mengindikasikan usia dari burung parkit tersebut. Makin jelas cincin irisnya, maka makin tua pula umur burung parkit tersebut. Parkit akan dapat hidup antara lima hingga delapan tahun. Beberapa kasus istimewa mengungkap parkit yang hidup sampai lebih dari sepuluh tahun. Harga burung parkit sendiri biasanya akan turut ditentukan dari usianya. Untuk daftar harga burung parkit, simak tabel di bawah ini.

Harga Burung Parkit Lengkap

Jenis Burung Parkit Pcs Harga
Anakan Lutino Parkit Australia Mata Merah Per Ekor Rp. 500.000
Anakan Parkit Australia Per Ekor Rp. 525.000
Burung Parkit Holland Per Ekor Rp. 500.000
Indukan Lutino Parkit Australia Mata Merah Sepasang Rp. 1.550.000
Indukan Parkit Australia Sepasang Rp. 1.450.000
Indukan Parkit Holland Sepasang Rp. 925.000
Parkit Lokal Lutino/Albino Sepasang Rp. 250.000
Parkit Lokal Warna Hijau Sepasang Rp. 150.000
Parkit Lokal Warna Non Hijau Sepasang Rp. 1750.000

Predator alami bagi burung parkit di alam liar adalah ular. Terutama sekali telur serta anak-anak burung parkit umumnya akan menjadi mangsa yang mudah untuk ular. Namun parkit yang dibudidayakan tentu tak harus menerima serangan dari predator ini. Budidaya parkit harus memperhatikan sejumlah hal agar harga burung parkit di pasaran bisa tinggi. Burung parkit yang dipelihara di rumah harus memiliki kandang yang ruang geraknya luas sehingga mereka leluasa bermain di dalamnya. Dimensi kandang untuk sepasang burung parkit minimal ialah 45 cm x 45 cm x 60 cm. Ukuran terali kandang yang disarankan ialah ½ inchi. Dengan demikian, burung parkit akan leluasa berada di dalamnya.

Ada beberapa fakta menarik terkait burung parkit. Di antaranya, parkit merupakan burung peliharaan paling populer di dunia. Pelatihan yang tepat akan membuat burung ini bisa belajar berbicara dan menirukan beberapa kalimat singkat. Burung parkit juga dapat memutar kepala hingga 180 derajat. Di alam liar, keahlian ini akan menguntungkan mereka karena bisa menghindari predator dengan lebih baik. Burung parkit juga diketahui telah hidup di Bumi sebelum manusia, hal ini dibuktikan lewat penemuan fosil burung parkit di Australia. Kebanyakan unggas lain memiliki jari kaki sebanyak 3 buah yang menghadap ke depan dan satu jari yang menghadap ke belakang, namun burung parkit memiliki dua jari yang menghadap ke depan dan dua jari lainnya menghadap ke belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *